Jumat, 23 Juli 2021

UNSUR DAN STRUKTUR TEKS BERITA

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hari ini kita akan belajar BAHASA INDONESIA TENTANG "TEKS BERITA"

Bacalah dan pahami materi di bawah ini.

BAB I

TEKS BERITA

3.1. Mengidentifikasi Unsur-unsur Teks Berita

1. Pengertian
Teks Berita adalah teks yang melaporkan kejadian, peristiwa atau infomasi mengenai sesuatu yang telah atau sedang terjadi.

2. Ciri berita
a. Faktual : Benar-benar terjadi
b. Aktual : Baru saja terjadi
c. Unik dan menarik : Jarang sekali terjadi
d. Sistematis dan Lengkap : Penyajian berurutan sesuai struktur dan urutan kejadian
e. Seimbang: Tidak memihak siapapun
f. Komunikatif : Mudah dimengerti orang banyak

3. Unsur-Unsur Berita
Unsur berita meliputi 5 W + 1H (ADIKSIMBA)

1. Apa peristiwa yang terjadi (What)
➡ nama kejadian/peristiwa
contoh: Kebakaran di Pasar Surabaya

2. Di mana peristiwa itu terjadi ( Where)
➡ tempat kejadian/peristiwa
contoh: Di Surabaya

3. Kapan peristiwa itu terjadi ( When)
➡ waktu kejadian/peristiwa
contoh: Pada Minggu 20 September 2019 pukul 22.00 WITA

4. Siapa yang mengalami peristiwa itu (Who)
➡ Orang yang mengalami peristiwa, misalnya siapa pelakunya atau korbannya
contoh: Pedagang Pasar Surabaya

5. Mengapa peristiwa itu terjadi (Why)
➡ Penyebab, tujuan atau alasan terjadinya peristiwa/kejadian,
contoh: Arus pendek listrik di sebuah toko tekstil

6. Bagaimana peristiwa itu terjadi (How) 
➡ Proses kejadian/peristiwa, akibat dari peristiwa.
contoh: Sekitar 20 toko hangus terbakar dan kerugian mencapai ratusan juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

4.1 Menyimpulkan isi berita

Langkah-langkah menyimpulkan berita
1. Membaca/ mendengarkan berita dengan seksama.
2. Mencatat unsur-unsur atau pokok-pokok berita (5W+1H)
3. Membuat simpulan berdasarkan pokok-pokok berita.
4. Menyimpulkan isi berita dalam bentuk satu paragraf.

Contoh Berita

Banjir Porakporandakan 16 Desa di Purbalingga

gambar teks berita banjir
Sedikitnya 16 desa di Kabupaten Purbalingga Senin (31/8) dini hari porakporanda dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Klawing menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten tersebut selama dua hari dua malam.

Hingga semalam belum diperoleh angka pasti besarnya kerugian serta rumah penduduk yang hancur akibat banjir bandang tersebut.

Untuk menyelamatkan para penduduk yang terperangkap banjir, empat kompi dari Batalyon 408 Purbalingga dikerahkan. Desa-desa yang dilanda banjir itu umumnya berada di sepanjang sungai tersebut, terutama di Kecamatan Kemangkon dan Purbalingga.

Dari 16 desa tercatat tiga desa yang menderita paling parah, yakni Desa Jetis, Kalialang, dan Muntang. Di tiga desa tersebut hampir seluruh penduduknya diungsikan, karena ketinggian air mencapai 0,75 sampai 1,5 meter.

Dari 2.300 penduduk, yang mengungsi sebanyak 1.800 jiwa, diantaranya ditampung di Markas Batalyon 408 Purbalingga, sedangkan sisanya menyebar ke berbagai tempat.

Penduduk yang mengungsi ditampung di tempat-tempat yang cukup tinggi agar terhindar dari banjir. Sedangkan sejumlah rumah yang hancur diperkirakan mencapai ratusan buah, namun sejauh ini belum ditemukan adanya korban jiwa akibat banjir.


3.2 Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Berita

Struktur Teks Berita

Struktur teks berita itu berbentuk piramida terbalik.

1.  Judul Berita
Judul berita merupakan kata kunci yang mewakili seluruh isi berita.
2. Lead ( kepala berita)
Berisi hal yang informasi paling penting dalam berita, biasanya memuat jawaban pertanyaan What, Where, When, Who. Lead terletak di paragraf pertama sebuah berita.
3. Tubuh berita
Berisi informasi yang penting dalam berita, memuat jawaban pertanyaan Why dan How
4. Ekor berita
Berisi informasi yang kurang penting dalam berita.
 
Demikian, pembelajaran hari ini. Semoga bermanfaat dan berkah. Wassalamu'alaikum wr. wb.

Selasa, 04 Mei 2021

PERTEMUAN KE 13 " BUKU FIKSI DAN NON FIKSI"

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Selamat pagi anak-anak!

Apakah hari ini masih semangat belajarnya?

Walaupun kita tak bertatap muka secara langsung, semoga kalian tetap semangat dalam belajarnya. 

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan sehingga kita dapat belajar kembali bersama walaupun hanya lewat daring (online)

Sebelum membaca materi, silakan klik link daftar hadir berikut 

DAFTAR HADIR BAHASA INDONESIA KELAS 8 

MENGGALI INFORMASI TENTANG UNSUR-UNSUR BUKU FIKSI DAN NON FIKSI

Apakah Buku Itu?

Buku fiksi merupakan buku yang menyajikan kejadian atau peristiwa tentang kehidupan berdasarkan hasil dari rekayasa imajinasi pengarang. Kejadian-kejadian tersebut bukanlah kejadian yang sebenarnya, namun hanya sebatas rekaan atau khayalan belaka. Sedangkan buku non fiksi merupakan kebalikan dari buku fiksi. Dalam buku non fiksi menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi, dan hasilnya berupa pendapat atau opini atau penelitian seorang penulis.

Ide, gagasan atau ilham dari pengarang bisa saja bersumber dari fakta dalam kehidupan sehari-hari. namun fakta tersebut, telah di olah dan dikembangkan lebih lanjut berdasarkan kemampuan imajinasi pengarang. Meskipun kisah yang disajikan dalam buku fiksi seperti yang sebenarnya, buku fiksi tetap menyajikan peristiwa atau kejadian berdasarkan rekaan pengarang. Contoh beberapa buku fiksi seperti buku tentang anak, dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, atau buku naskah drama. Sementara itu contoh daripada buku non fiksi seperti buku ilmiah penelitian, buku tentang pelajaran, buku tentang ensiklopedia, buku kumpulan esay, jurnal, buku dokumenter, buku tentang biografi seseorang, dan buku tentang laporan ilmiah (skripsi, tesis, makalah, dll).

Adapun ciri-ciri dari buku fiksi adalah sebagai berikut:

1.      Buku fiksi ditulis dengan mengunakan bahasa rekaan

2.       Banyak yang menggunakan kata yang bersifat konotatif

3.      Bentuk ceritanya seperti cerpen atau novel yang didalamnya mencakup alur, tema, tokoh, setting, sudut pandang dll.

Sebuah buku fiksi seperti cerpen, novel, dongeng atau yang lainnya tentu dibangun oleh dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah untuk yang membangun didalam cerita, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun diluar cerita. Seperti contoh unsur intrinsik yaitu:

a.       Tema

Merupakan pokok persoalan yang menjadi dasar atau inti dalam cerita. Tema memiliki peran penting sebagai ide yang paling mendasar dalam sebuah cerita. Ada beberapa jenis tema yang dapat membangun cerita seperti tema kejujuran, persahabatan, perjuangan, pendidikan, dan lain-lain.

b.      Alur atau plot

Merupakan jalinan peristiwa yang membangun cerita yang terdiri dari perkenalan, konflik, klimaks, dan anti klimaks. Alur terdiri dari alur maju (sesuai dengan urutan), alur mundur (tidak sesuai dengan urutan), dan alur campuran (perpaduan alur maju dan alur mundur).

c.       Amanat

Merupakan pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat memiliki kaitan sangat erat dengan konflik. Oleh karena itu amanat dapat disampaikan secara tersirat maupun tersurat.

d.      Sudut pandang

Merupakan posisi pengarang dalam cerita. Seorang pengarang memiliki kebebasan untuk memposisikan dirinya dalam cerita. Pengarang bisa menggunakan kata ganti saya atau aku sebagai tokoh utama dan tokoh yang berada diluar seperti kata ganti dia atau dia.

e.       Latar

Merupakan keterangan yang menunjukan tempat, waktu dan suasana yang digunakan dalam cerita. Misalnya berkaitan dengan tempat (dirumah, sekolah, kantor), yang menunjukkan waktu (pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari), sedangkan yang menunjukkan suasana yang dialami oleh tokoh (sedih, senang, gembira, terharu).

f.       Tokoh

Merupakan pelaku dalam cerita. Tokoh dapat dibagi menjadi tokoh antagonis (tokoh yang jahat), tokoh protagonis (tokoh yang baik), dan tokoh tirtagonis (tokoh campuran).

g.      Gaya bahasa

Merupakan cara pengarang dalam menyajikan sebuah cerita. Khususnya terkait dengan penggunaan bahasa. Apakah banyak yang menggunakan bahasa yang bersifat konotasi atau bahasa denotasi.

 

1.      Unsur-unsur dalam buku fiksi

a.       Bagian Cover depan

b.      Bagian bab dan judul

c.       Bagian cerita (perjalanan tokoh)

d.      Bagian tema dan bahasa

 

2.      Laporan setelah membaca buku fiksi

Setelah membaca buku selesai, tugas utama adalah melaporkan hasil dari pemahaman tentang isi cerita.

 

Judul buku      : Surat Kecil Untuk Tuhan

Penulis            : Agnes Davonar

Penerbit           : AD Publisher

Tahun terbit    : 2012

 

Dialah Gita sessa wanda cantika. Kita mengenalnya sebagai mantan artis cilik era 1998. Gadis kecil inilah tokoh dalam novel surat kecil tuhan yang di vonis menderita kanker ganas dan di prediksi hidupnya hanya tinggal lima hari. kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat buruk seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model tarik suara, terus berjuang untuk tetap hidup dan bersekolah layaknya gadis normal lainnya.

Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil. Dengan segala upaya orang tuanya  Keke mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama enam bulan melalui kemoterapi. Sekali kemoterapi mampu merontokkan rambut yang ada di tubuhnya dan tubuh kecil Keke harus menjalaninya hingga 25 kali supaya bisa sembuh.

Kebesaran tuhan membuatnya dapat bersama keluarga serta sahabat yang di cintainya. Kasus kanker ganas yang di idap oleh Keke menjadi kasus pertama yang terjadi di Indonesia dan menjadi sebuah perdebatan di kalangan kedokteran.  Keberhasilan dokter menyembuhkan kasus kanker tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua dokter di dunia bertanya-tanya.

3.      Adapun unsur-unsur buku nonfiksi adalah sebagai berikut:

a.       Bagian halaman cover

b.      Bagian sistematika

c.       Bagian bab dan judul

d.      Bagian rincian bab dan isi

e.       Bagian penyajian isi

f.        Bagian bahasa yang digunakan

 

4.      Membuat Peta Pikiran/Garis Alur Buku Fiksi

Cara membaca buku fiksi dan non fiksi dapat dilakukan  dengan menggunakan metode SQ3R. Salah satu cara membaca buku fiksi yang praktis dan efektif dan baik baik buku fiksi dan non fiksi dapat menggunakan metode SQ3R yaitu Survey, Question, Read, Recite, Dan Review.

a.       Survey (memeriksa, meneliti, dan mengidentifikasi)

Survey atau prabaca merupakan teknik untuk mengenal bahan bacaan sebelum membaca buku yang nantinya akan dipilih. Hal ini dilakukan untuk mengenal susunan dari isi bahan bacaan tersebut dengan tujuan untuk mempercepat menangkap arti, mendapatkan abstrak, mengetahui ide-ide penting dan untuk melihat susunan bahan bacaan. Tindakan pertama yang dilakukan adalah survey buku dengan memperhatikan judul pada halaman sampul atau cover buku yang sesuai dengan topik yang nantinya akan diajukan  sebuah pertanyaan. Kemudian menelusuri daftar isi, membaca pengantar, melihat tabel, grafik, dan menelusuri indeks.

b.      Question (menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks)

Bersamaan pada saat survey, pembaca mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan itu dengan mengubah judul dan sub judul serta dari sub judul menjadi pertanyaan seperti dengan menggunakan kata apa, siapa, kapan, mengapa, bagaimana, dimana.

c.       Read (membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang telah disusun).

Pada tahap ini, teks dibaca bagian demi bagian, lalu mencari jawaban atas pertanyaan yang di bentuk berdasarkan judul-judul bagian atau pertanyaan lain yang muncul sesuai dengan topik bacaan.

d.      Recite atau recall (menjawab dan menghafal setiap jawaban yang telah ditentukan).

Dalam tahap ini, pembaca berhenti sejenak setiap selesai membaca. Suatu bagian dan mencoba menjawab pertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bab itu dan membuat catatan yang dianggap penting, sepertinya saja.

e.       Review (meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun pada langkah kedua dan ketiga.

Salah satu bentuk review adalah dengan membaca ulang untuk menelusuri kembali judul-judul dan sub judul, jawaban atas pertanyaan serta bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting.

 

5.      Tahapan dalam menggunakan metode SQ3R

a.       Survey.

Pada tahap ini yang perlu dilakukan adalah dengan mengamati judul dan sub judul yang berkaitan dengan bentuk grafik, gambar, dan peta. Kemudian memperhatikan pada bagian setiap paragraf. Baik pada paragraf pertama, dua, ketiga dan seterusnya.

b.      Question

Pada tahap ini diharapkan pembaca dapat mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan buku yang telah dibaca. Hal ini dilakukan, bagi yang belum mengerti di haruskan untuk memberikan sebuah pertanyaan untuk membantu pada bagian mana yang kurang penting.

c.       Read

Pada tahap ini. terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama tidak perlu membuat catatan dan tanda garis bawah. Karena akan memperlambat membaca isi cerita. Selesaikan membaca dari awal sampai dengan akhir kemudian mencoba menjawab pertanyaan sesuai dengan yang di ajukan.

d.      Recite atau recall

Pada tahap ini diharapkan pembaca terus berlatih dan berusaha tidak melihat kembali tentang bahan bacaan yang telah didapatkan. Dalam artian jika pertanyaan sudah diajukan, diharapkan menjawabnya sudah tidak dengan membuka buku kembali. Melainkan, di hafal dan di pahami dengan serius.

e.       Review

Ini adalah tahap akhir yang dianggap lebih memuaskan. Karena pada tahap ini hanya sebatas melihat kembali hasil yang telah diperoleh sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong seseorang agar lebih paham tentang cerita yang dibaca.

 

6.      Cara Membuat Rangkuman (sinopsis)

 

Rangkuman yang sering disebut juga dengan ringkasan merupakan hasil dari semua gagasan pokok atau intisari sebuah tulisan atau buku menjadi bentuk yang ringkas atau pendek dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang sesuai dengan teks aslinya. Agar dapat menyusun rangkuman buku, baik buku fiksi maupun non fiksi dengan baik perlu diperhatikan langkah-langkahnya sebagai berikut:

1.      Baca dan pahamilah informasi umum terkait dengan buku seperti judul, nama pengarang, atau editor, nama penerbit dan tahun terbit.

2.      Baca dan pahami isi buku secara umum melalui daftar isi dan kata pengantar.

3.      Perhatikan sistematika penulisan buku

4.      Catatlah peristiwa penting dalam dalam setiap paragraf sebagai bahan untuk menyusun sinopsis.

 

7.      Menelaah Hubungan Unsur-Unsur Buku Fiksi

Hubungan antar unsur dalam buku fiksi memiliki kaitan yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan. Dalam buku fiksi, unsur alur (plot), amanat, sudut pandang, latar, dan tokoh harus mengacu pada tema sebagai pokok persoalan. Dari struktur buku fiksi dibangun berdasarkan alur cerita yang mengalir, mulai dari pengenalan, permasalahan, konflik, klimaks, anti kllimaks, hingga penyelesaian. Dari sisi pengembangan ide dan bahasa, buku fiksi menggunakan imajinasi dalam menggarap ide dengan menggunakan ragam bahasa bermakna konotatif (makna bukan sebenarnya).

 

8.      Menyajikan Tanggapan Terhadap Buku Fiksi

Agar dapat menyusun tanggapan terhadap buku yang dibaca dengan baik, ikutilah langkah-langkah sebagai berikut:

1.      Bacalah buku dengan seksama sampai tuntas

2.      Tandailah bagian-bagian yang dianggap menarik untuk ditanggapi.

3.      Susun lah tanggapan secara objektif terhadap unsur buku dengan alasan yang logis dan masuk akal.

4.      Bacalah berulang-ulang tanggapan yang telah dibuat, jika masih ada kesalahan. Segera perbaiki kesalahan tersebut.

 

Senin, 19 April 2021

PERTEMUAN KE 12 "KAIDAH KEBAHASAAN DRAMA DAN MENYAJIKAN TEKS DRAMA"

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Selamat pagi anak-anak!

Apakah hari ini masih semangat belajarnya?

Walaupun kita tak bertatap muka secara langsung, semoga kalian tetap semangat dalam belajarnya. 

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan sehingga kita dapat belajar kembali bersama walaupun hanya lewat daring (online)

Sebelum membaca materi, silakan klik link daftar hadir berikut 

DAFTAR HADIR BAHASA INDONESIA KELAS 8 

KAIDAH KEBAHASAAN DRAMA DAN MENYAJIKAN TEKS DRAMA

 

 

A.    Kaidah Kebahasaan Drama

  • Berupa dialog
  • Menggunakan tanda petik pada dialog
  • Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilog (dia, beliau, ia, -nya)
  • Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua pada bagian dialog (aku, saya, kami, kita, kamu)
  • Banyak menggunakan konjungsi temporal (sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian)
  • Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa (menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, berisitrahat)
  • Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami)
  • Menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana (ramai, bersih, baik, gagah, kuat)

B.     MENYAJIKAN TEKS DRAMA

 

1.      Menulis Teks Drama

 

1)      Teks Drama dari Karya yang Sudah Ada

Membuat naskah drama dari karya yang sudah ada tidak begitu sulit. Hal ini karena ide cerita, alur, latar, dan unsur-unsur lainnya sudah ada. Kamu hanya mengubah formatnya ke dalam bentuk dialog.

Oleh karena itu, tugas kamu dalam hal ini adalah mengubah seluruh rangkaian cerita yang ada dalam novel ke dalam bentuk dialog. Adapun dalam dialog itu, ada tiga unsur yang tidak boleh dilupakan, yakni tokoh, wawancang, dan kramagung.

2)      Naskah Drama dengan Orisinalitas Ide

Langkah-langkah penulisannya tidak jauh berbeda dengan ketika menulis cerpen, puisi, ataupun karya-karya fiksi lain. 

·         Menentukan topik, yakni berupa suatu peristiwa yang menarik dan memiliki konflik yang kuat. 

·         Menentukan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya serta karakternya.

·         Membuat kerangka alur, yang menarik dan tidak mudah ditebak (penuh kejutan). 

·         Mengembangkan kerangka itu ke dalam dialog-dialog dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya yang tepat.

 

2.      Pementasan Drama

Langkah-langkah pementasan drama, sebagai berikut:

1.      Melakukan pembedahan secara bersama-sama terhadap isi naskah yang akan dipentaskan. 

2.      Reading. Calon pemain membaca keseluruhan naskah sehingga dapat mengenal masing-masing peran. 

3.      Casting. Melakukan pemilihan peran. Tujuannya agar peran yang akan dimainkan sesuai dengan kemampuan akting pemain. 

4.      Mendalami peran yang akan dimainkan. 

5.      Blocking. Sutradara mengatur teknis pentas, yakni dengan cara mengarahkan dan mengatur pemain. 

6.      Running. Pemain menjalani latihan secara lengkap, mulai dari dialog sampai pengaturan pentas. 

7.      Gladi resik atau latihan terakhir sebelum pentas. Semua bermain dari awal sampai akhir melakukan latihan akhir; tanpa ada kesalahan lagi. 

8.      Pementasan. Semua pemain sudah siap dengan kostumnya. Dekorasi panggung sudah lengkap.

 

TUGAS:

1.      Sebutkan unsur-unsur pementasan drama!

2.      Orang yang bertugas memimpin pementasan disebut…

3.      Sebutkan langkah-langkah pementasan drama!

4.      Apa tujuan casting?

 

Tugas dikerjakan di buku latihan. Tulis nama dan kelas. Kemudian kirim foto jawaban ke WA 081348372183