Selasa, 27 Oktober 2020

PERTEMUAN KE 15 "UNSUR PEMBANGUN PUISI"


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi anak-anak!

Apakah hari ini masih semangat belajarnya?

Walaupun kita tak bertatap muka secara langsung, semoga kalian tetap semangat dalam belajarnya. 

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan sehingga kita dapat belajar kembali bersama walaupun hanya lewat daring (online)

 Sebelum kalian membaca materi yang ibu berikan, ISI DAFTAR HADIR BAHASA INDONESIA KELAS 8

Kalau sudah mengisi daftar hadir, baca dan pahami materi berikut. 

UNSUR PEMBANGUN PUISI

Unsur-unsur Pembangun Puisi

A. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam karya sastra (puisi). Unsur intrinsik terbagi menjadi dua yaitu, unsur batin dan unsur fisik.
1. Unsur Batin Puisi

a. Tema, adalah pokok pikiran dasar untuk mengembangkan dan membuat puisi.
Misalnya tema alam, persahabatan, cinta, kepahlawanan.

b. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan.

c. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.

d. Amanat/tujuan/maksud, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.

2. Unsur Fisik Puisi

a. Gaya Bahasa, dalam sebuah puisi akan banyak dijumpai rangkaian kata yang bersifat konotatif, berlebihan, ataupun terkesan merendahkan diri. Inilah yang disebut sebagai gaya bahasa dalam puisi. Biasanya tiap penulis cenderung memiliki gaya bahasanya sendiri, yang paling mudah dilihat melalui majas-majas, seperti personifikasi, metafora, eufemisme, bahkan tak jarang ada yang menggunakan majas ironi. Jadi, gaya bahasa merupakan cara pemakaian bahasa dalam karangan atau bagaimana seorang pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan.

b. Rima (sajak), yaitu kesamaan nada atau bunyi. Rima bisa dijumpai tidak hanya di akhir tiap larik atau baris, namun dapat juga berada di antara tiap kata dalam baris.

c. Tipografi, yaitu bentuk penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk baris, namun ada juga puisi yang disusun dalam bentuk fragmen-fragmen bahkan dalam bentuk yang menyerupai apel, zigzag, ataupun model lainnya.

d. Imaji, penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Pengimajian dapat berupa kata atau rangkaian kata-kata yang dapat memperjelas apa yang ingin disampaikan oleh penyair karena menggugah rasa imajinasi pembaca melalui penginderaan.

e. Kata Konkret, ada keinginan penyair untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud. Oleh karena itu, dipilih kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh. Bagi penyair, hal itu dirasakan lebih jelas.

f. Diksi (Pilihan Kata)

Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.



Selasa, 20 Oktober 2020

PERTEMUAN KE 14 "TEKS PUISI"

                                             Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi anak-anak!

Apakah hari ini masih semangat belajarnya?

Walaupun kita tak bertatap muka secara langsung, semoga kalian tetap semangat dalam belajarnya. 

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan sehingga kita dapat belajar kembali bersama walaupun hanya lewat daring (online)

 Sebelum kalian membaca materi yang ibu berikan, ISI DAFTAR HADIR BAHASA INDONESIA KELAS 8

Kalau sudah mengisi daftar hadir, baca dan pahami materi berikut. 

 

BAB IV

PUISI

1.      Pengertin Puisi

Puisi menjadi salah satu jenis karya sastra selain prosa dan drama. Puisi adalah karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan semua kekuatan bahasa yang berpusat pada struktur fisik dan batin.

2.      Ciri-Ciri Puisi

a.       Menggunakan bahasa yang padat

b.      Memperhatikan diksi

c.       Mempunyai daya imajinatif dan piguratif

d.      Mempunyai rima

e.       Mempunyai irama

f.       Memperhatikan bentuk (tipografi)

3.      Jenis-jenis Puisi

a.      Puisi naratif

Puisi naratif adalah puisi yang mengandung suatu cerita.

1)      Balada adalah puisi yang objektif, menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat dialog maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu.

Contoh: “Balada Orang-Orang Tercinta” W.S. Rendra

2)      Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantik yang berisi kisah percintaan yang diselingi perkelahian dan pertualangan.

Contoh: “Priangan Si Jelita” karya Ramadhan K.H.

b.      Puisi lirik

Puisi lirik adalah puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman, sikap, suasana batin yang melingkupinya.

1)      Elegi adalah puisi ratapan yang mengungkapkan perasaan duka dan sedih. Contoh: “Elegi Jakarta” karya Asrul Sani

2)      Serenade adalah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Contoh: “Serenada Jambu” karya W.S. Rendra

3)      Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, suatu hal, atau suatu keadaan. Contoh: “Teratai” karya Sanusi Pane

 

c.       Puisi deksriptif

Puisi deskriptif menggambarkan penyair bertindak sebagai pemberian kesan terhadap keadaan atau peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya.

1)      Satire adalah puisi yang mengungkapkan  perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya.

2)      Puisi Kritik adalah puisi yang menyatakan ketidaksenangan penyair terhadap keadaan atau diri seorang dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidakberesan keadaan/orang tersebut.

3)      Puisi impresionistik adalah puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

         Demikian, pembelajaran hari ini. Semoga bermanfaat dan berkah. Wassalamu'alaikum war. wab.  

 

Selasa, 13 Oktober 2020

PERTEMUAN KE 13 "ULANGAN TENGAH SEMESTER"

                                            Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi anak-anak!

Apakah hari ini masih semangat belajarnya?

Walaupun kita tak bertatap muka secara langsung, semoga kalian tetap semangat dalam belajarnya. 

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan sehingga kita dapat belajar kembali bersama walaupun hanya lewat daring (online)

 Sebelum kalian membaca materi yang ibu berikan, ISI DAFTAR HADIR BAHASA INDONESIAA KELAS 8

Kalau sudah mengisi daftar hadir, silakan jawab berikut. 





                     





 Kerjakan di buku latihan khusus Bahasa Indonesia, tulis biodata nama dan kelas. Kemudian hasil kerja kalian foto dan segera kirim via WA ke nomor 081348372183  

Demikian, pembelajaran hari ini. Semoga bermanfaat dan berkah. Wassalamu'alaikum war. wab. 

Selasa, 06 Oktober 2020

PERTEMUAN KE 12 "MENULIS TEKS EKSPOSISI"

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi anak-anak!

Apakah hari ini masih semangat belajarnya?

Walaupun kita tak bertatap muka secara langsung, semoga kalian tetap semangat dalam belajarnya. 

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan sehingga kita dapat belajar kembali bersama walaupun hanya lewat daring (online)

 Sebelum kalian membaca materi yang ibu berikan, ISI DAFTAR HADIR BAHASA INDONESIAA KELAS 8 

Kalau sudah mengisi daftar hadir, silakan baca teks berikut. 

 

MENULIS TEKS EKSPOSISI

1. Langkah-langkah menulis teks eksposisi:

1)      Menentukan masalah atau topik yang akan dibahas.

2)      Menentukan tujuan teks eksposisi

3)      Mendaftar gagasan-gagasan pokok yang berkaitan dengan masalah

4)      Menulis kerangka karangan sesuai dengan struktur teks eksposisi.

5)      Mengembangkan kerangka karangan yang telah ditulis menjadi teks eksposisi

 

2. Menyunting teks eksposisi

Penyuntingan merupakan langkah pascapenulisan sebuah teks. Langkah tersbut bertujuan untuk memperoleh tulisan yang baik.  Aspek yang perlu disunting dalam teks eksposisi berkaitan dengan isi, struktur, dan kaidah bahasanya.

a.       Aspek isi berkaitan dengan daya tarik isu, kelugasan argumen, dan kelengkapan fakta.

b.      Aspek struktur penyajian berkaitan dengan kelengkapan susunan antara bagian teks. Kamu perlu mencermati bagian-bagian teks seperti tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.

c.       Aspek kebahasaan berkaitan dengan ketepatan penggunaan kata sesuai dengan karakteristik teks eksposisi. Penyuntingan aspek kebahasaan difokuskan pada keefektifan kalimat-kalimatnya, penggunaan kata dan ejaan.